Festival Muharam 1448 H Masjid Alumni IPB: Syiar Islam, Pembinaan Generasi Muda, dan Kepedulian Sosial

Masjid Alumni IPB sukses menyelenggarakan Festival Muharam 1448 H pada 10–11 Juli 2026 sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang dikemas secara edukatif, inspiratif, dan penuh keberkahan. Kegiatan ini menjadi wadah syiar Islam sekaligus penguatan peran generasi muda dalam dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial.

Festival Muharam 1448 H merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Masjid Alumni IPB, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Alumni IPB Kota Bogor, dan Alumni Bisnis Cendekia (ABC HA IPB), dengan dukungan sponsor utama PT Lafirza Econex Konsultan. Acara semakin semarak dengan hadirnya pendakwah muda Ustadz Dennis Lim yang menyampaikan Tabligh Akbar bertema “Mau Sampai Kapan Aku Begini?”.

Pembukaan festival dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Dalam sambutannya, Dedie A. Rachim mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai refleksi untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pendidikan agama sejak usia dini.

“Kami menaruh perhatian besar pada pendidikan agama sejak dini, khususnya bagi anak-anak yang belum bisa baca-tulis Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia berharap proses belajar agama yang dijalani dengan kesabaran dan ketekunan menjadi jalan memperoleh keberkahan serta memudahkan umat dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ragam Kegiatan Islami

Festival diawali pada Jumat (10 Juli 2026) dengan babak penyisihan berbagai perlombaan Islami, meliputi:

  • Lomba Dai Muda
  • Lomba Adzan
  • Lomba Sambung Ayat Al-Qur’an

Sementara pada Sabtu (11 Juli 2026) dilaksanakan babak final, penyerahan penghargaan, serta berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak dan keluarga, seperti:

  • Lomba Mewarnai
  • Fashion Show Muslim dan Muslimah
  • Santunan anak yatim
  • Tabligh Akbar bersama Ustadz Koh Dennis Lim

Menjadikan Generasi Muda Sebagai Jembatan Dakwah

Ketua Panitia Festival Muharam 1448 H, Rizal Razak, menjelaskan bahwa festival ini dirancang agar dakwah semakin dekat dengan generasi milenial dan Gen Z melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, penyampaian dakwah Ustadz Koh Dennis Lim yang rasional, komunikatif, dan mudah dipahami menjadi salah satu daya tarik utama festival. Kehadiran beliau di Masjid Alumni IPB juga menjadi momen istimewa karena memiliki kedekatan emosional dengan lingkungan kampus.

Selain memperkuat syiar Islam, panitia juga memiliki visi untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi generasi muda. Ke depan, Masjid Alumni IPB bersama para mitra berencana menyelenggarakan Festival Kuliner Muslim selama beberapa hari di kawasan IPB Baranangsiang sebagai ruang promosi UMKM sekaligus sarana pelatihan sertifikasi halal dan sertifikat penjamah makanan bagi calon tenaga kerja di sektor food and beverage (F&B).

Kepedulian Sosial yang Berkelanjutan

Ketua DKM Masjid Alumni IPB, Iman Hilman, menegaskan bahwa semangat bulan Muharam sebagai salah satu bulan yang dimuliakan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim.

Menurutnya, santunan yatim bukan sekadar kegiatan tahunan saat Muharam atau “Lebaran Yatim”, melainkan komitmen yang akan terus dijalankan sepanjang tahun.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada remaja masjid untuk menjadi penggerak utama berbagai kegiatan.

“Konsepnya dari mereka untuk mereka, sehingga bahasanya lebih nyambung dan tepat sasaran.”

Dengan lokasi Masjid Alumni IPB yang berada di kawasan strategis Kota Bogor, masjid diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus tempat masyarakat mendapatkan ketenangan di tengah aktivitas sehari-hari. Melalui berbagai program keislaman, Masjid Alumni IPB ingin mendorong lahirnya generasi yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjalankan aktivitas usaha sesuai syariat Islam.

Menutup rangkaian Festival Muharam 1448 H, DKM Masjid Alumni IPB mengajak generasi muda untuk aktif terlibat dalam kegiatan masjid, berdiskusi, berbagi gagasan, dan bersama-sama membangun metode pembelajaran Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Dengan demikian, estafet kepemimpinan dan syiar Islam dapat terus berlanjut melalui generasi penerus yang memiliki fondasi keimanan yang kuat serta semangat ukhuwah Islamiyah.