“Saya terpaksa hanya makan daun singkong rebus pemberian tetangga.”
Itulah perjalanan hidup yang dialami Massewa, seorang barista berbakat yang pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi kopi bergengsi. Ia meraih Juara 2 Kontes Kopi Spesialti Indonesia serta medali perak AVPA Paris, Prancis, sebuah penghargaan internasional yang mengakui kualitas dan keahliannya dalam dunia kopi. Namun perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus. Sebelum kembali menekuni dunia kopi, Massewa harus melalui masa-masa sulit. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pabrik ban, karyawan coffee shop, hingga buruh di pabrik jahe. Kondisi ekonomi yang semakin terpuruk memaksanya bertahan hidup dalam keterbatasan. Ia bahkan pernah tidur di masjid dan mengganjal perut yang lapar dengan daun singkong serta pepaya muda demi bertahan hidup. Di titik terendah kehidupannya, harapan itu datang. LAZIS DMI, Baitul Maal Bestari, dan Baitulmaal Masjid Alumni IPB hadir memberikan dukungan nyata berupa sepeda motor, peralatan usaha, serta modal bahan baku. Bantuan tersebut bukan sekadar materi, melainkan sebuah kesempatan kedua bagi Massewa untuk bangkit dan menata kembali kehidupannya. Kini, melalui gerobak BR Coffee, Massewa kembali berdagang dan perlahan membangun kemandirian ekonomi. Dengan keterampilan dan semangat yang ia miliki, ia mampu mencukupi kebutuhan hariannya dan menatap masa depan dengan optimisme baru. “Terima kasih banyak, saya jadi bisa makan layak hari ini,” ucapnya haru, tiga hari setelah mulai berjualan. Kisah Massewa menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi kebaikan mampu mengubah kehidupan seseorang. Dukungan yang tepat tidak hanya membantu seseorang bertahan, tetapi juga memberi kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan kembali bermartabat. Selengkapnya : https://www.instagram.com/reel/DUzftHLkr4n/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==






