Panen Perdana Kebun Dhuafa Berdaya

Ada banyak cara membantu sesama. Salah satunya adalah dengan memberdayakan. Alhamdulillah … program Kebun Dhuafa Berdaya yang diinisiasi oleh Baitul Maal Masjid Alumni IPB (BMAI) kini telah memasuki tahap panen. Sayuran segar yang berhasil dipanen berupa sawi dan kangkung yang dibudidayakan secara organik. Hasil panen ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan proses budidaya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa upaya pemberdayaan mampu menghadirkan perubahan. Sayuran yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik—segar, sehat, dan tentunya lezat untuk dikonsumsi. Hasil panen dipasarkan di lingkungan Masjid Alumni IPB dengan harga yang terjangkau. Hal ini memberikan manfaat ganda: jamaah dapat berbelanja sayuran sehat dengan lebih hemat, sekaligus turut berkontribusi dalam keberlanjutan program. Dana yang terkumpul dari penjualan ini akan didonasikan kembali untuk mendukung pengembangan program Kebun Dhuafa Berdaya. Melalui program ini, BMAI menghadirkan ruang bagi para dhuafa untuk belajar mengelola kebun produktif, meningkatkan keterampilan, hingga membuka peluang memperoleh penghasilan yang lebih layak dan berkelanjutan. Terima kasih, Sahabat. Dukungan terbaikmu menjadi bagian penting dalam setiap langkah kebaikan yang tercipta. Yuk, Sahabat, dukung terus program Kebun Dhuafa Berdaya! Salurkan dukungan terbaik melalui: BSI 7242 70 6182 a.n Baitul Maal Masjid Alumni IPB

“Saya terpaksa hanya makan daun singkong rebus pemberian tetangga.”

Itulah perjalanan hidup yang dialami Massewa, seorang barista berbakat yang pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi kopi bergengsi. Ia meraih Juara 2 Kontes Kopi Spesialti Indonesia serta medali perak AVPA Paris, Prancis, sebuah penghargaan internasional yang mengakui kualitas dan keahliannya dalam dunia kopi. Namun perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus. Sebelum kembali menekuni dunia kopi, Massewa harus melalui masa-masa sulit. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pabrik ban, karyawan coffee shop, hingga buruh di pabrik jahe. Kondisi ekonomi yang semakin terpuruk memaksanya bertahan hidup dalam keterbatasan. Ia bahkan pernah tidur di masjid dan mengganjal perut yang lapar dengan daun singkong serta pepaya muda demi bertahan hidup. Di titik terendah kehidupannya, harapan itu datang. LAZIS DMI, Baitul Maal Bestari, dan Baitulmaal Masjid Alumni IPB hadir memberikan dukungan nyata berupa sepeda motor, peralatan usaha, serta modal bahan baku. Bantuan tersebut bukan sekadar materi, melainkan sebuah kesempatan kedua bagi Massewa untuk bangkit dan menata kembali kehidupannya. Kini, melalui gerobak BR Coffee, Massewa kembali berdagang dan perlahan membangun kemandirian ekonomi. Dengan keterampilan dan semangat yang ia miliki, ia mampu mencukupi kebutuhan hariannya dan menatap masa depan dengan optimisme baru. “Terima kasih banyak, saya jadi bisa makan layak hari ini,” ucapnya haru, tiga hari setelah mulai berjualan. Kisah Massewa menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kolaborasi kebaikan mampu mengubah kehidupan seseorang. Dukungan yang tepat tidak hanya membantu seseorang bertahan, tetapi juga memberi kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan kembali bermartabat. Selengkapnya : https://www.instagram.com/reel/DUzftHLkr4n/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== 

Dari Lapak Sederhana, Tumbuh Harapan Keluarga

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan Sahabat dalam program Bantu Dhuafa Berdaya, telah tersalurkan bantuan modal usaha kepada Mama Juna, salah satu binaan Masjid Al Ihsan, Tonjong, Kabupaten Bogor. Mama Juna adalah sosok ibu yang tangguh dan penuh semangat. Setiap hari, beliau berjualan di sebuah lapak kecil dekat pintu masuk Perumahan Bumi Insani, Tonjong. Dari lapak sederhana tersebut, Mama Juna menjajakan berbagai macam dagangan, mulai dari aneka makanan ringan, jus buah segar, layanan isi ulang air galon, dan masih banyak lagi. Semua dilakukan dengan penuh ketekunan demi mencukupi kebutuhan keluarga tercinta. Pada tahap pertama, bantuan modal usaha disalurkan sebesar Rp500.000 untuk membantu memperkuat usaha yang telah berjalan. Kemudian pada tahap kedua, kembali diberikan tambahan modal sebesar Rp1.000.000 sebagai dukungan lanjutan agar usaha Mama Juna semakin berkembang dan lebih stabil. Diharapkan, bantuan ini dapat menambah semangat serta meningkatkan kapasitas usaha beliau, sehingga penghasilan keluarga semakin bertambah dan kehidupan menjadi lebih baik. Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat. Setiap dukungan yang Sahabat berikan menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat menghadirkan harapan dan kemandirian bagi saudara-saudara kita. Mari terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan membantu lebih banyak keluarga agar semakin berdaya. In syaa Allah, setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Langkah Baru Penjaga Rumah Allah

Semoga rahmat, ampunan, dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan Sahabat dalam program Bantu Dhuafa Berdaya, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) dapat menyalurkan bantuan modal usaha kepada Pak Kus, takmir Masjid Al Ihsan di Tonjong, Kabupaten Bogor. Setelah sang istri tercinta wafat, Pak Kus memutuskan merantau ke Bogor untuk melanjutkan hidup. Di sanalah beliau mengabdikan diri sebagai takmir masjid. Meski menyimpan kisah kehilangan, Pak Kus dikenal sebagai pribadi yang penuh senyum, ramah, dan selalu menyambut jamaah dengan hangat. Sehari-hari, beliau dengan penuh keikhlasan mengurus masjid—mulai dari membersihkan area masjid, menyiapkan keperluan ibadah, hingga memastikan jamaah dapat beribadah dengan nyaman. Pengabdian beliau yang tulus menjadi ladang pahala yang insyaa Allah terus mengalir. Selama ini, Pak Kus mengandalkan penghasilan dari amanahnya sebagai takmir. Melalui bantuan modal usaha yang diberikan secara bertahap (tahap pertama senilai Rp 500.000 dan tahap kedua senilai Rp 1.000.000), beliau kini memiliki kesempatan untuk memulai usaha kecil agar dapat memiliki penghasilan tambahan dan hidup yang lebih mandiri. Diharapkan, usaha ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menghadirkan kehidupan yang lebih baik, sehingga Pak Kus dapat terus mengabdi dan merawat masjid dengan penuh semangat. Terima kasih atas kebaikanmu, #OrangBaik. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menguatkan semangat mereka yang mengabdi di jalan Allah. Mari terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita agar semakin berdaya. In syaa Allah, setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

 Quran Besar Untuk Kakek 90 Tahun Penjaga Kalamullah

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan dari Sahabat dalam program Wakaf Al Qur’an, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) telah menyalurkan wakaf Al Qur’an besar kepada Pak Rosyid, seorang kakek berusia 90 tahun yang tinggal di Bogor. Di usianya yang lanjut, Pak Rosyid tetap istiqamah membaca Al Qur’an setiap hari di sela-sela kesibukannya berjualan gorengan dan kelapa muda bersama sang istri. Meski hidup sederhana, beliau tak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid yang selalu ia datangi dengan berjalan kaki. Belakangan ini, penglihatannya mulai menurun dan tangannya kerap bergetar, membuat mushaf kecil yang biasa ia baca tampak kabur. Namun, semangatnya untuk terus bertilawah tak pernah padam. Alhamdulillah, hadirnya wakaf Al Qur’an besar ini memudahkan beliau dalam membaca dan menghayati kalam Allah, serta menjadi wasilah pahala yang terus mengalir bagi kita semua. Terima kasih atas kebaikanmu, #OrangBaik. Mari kita terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan menuntun cahaya Al Qur’an ke lebih banyak hati. In syaa Allah, setiap lembar yang dibaca akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tak pernah putus.

BMAI Dukung Usaha Bu Lilis

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan dari Sahabat dalam program Bantu Dhuafa Berdaya, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp500.000 kepada Ibu Lilis Suryani di Cilendek, Bogor. Beliau mengelola usaha Kantin Bunda yang berlokasi di dekat RSUD Kota Bogor, dengan menjual nasi uduk, lontong sayur, gorengan, hingga peyek untuk masyarakat sekitar. Usaha ini sempat mengalami kesulitan berkembang karena sebagian modal terpakai untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Dengan adanya tambahan modal ini, diharapkan Kantin Bunda dapat berjalan lebih baik, berkembang lebih stabil, dan menjadi sumber penghidupan yang lebih layak bagi keluarga Bu Lilis. Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat. Mari kita terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan membantu saudara-saudara kita agar semakin berdaya. In syaa Allah, setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Amanahmu Tersalurkan

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan Sahabat dalam program RANUM (Beras Untuk Umat), Baitulmaal Masjid Alumni IPB kembali menyalurkan paket beras kepada mereka yang membutuhkan. Penyaluran beras tersampaikan kepada: 1. Warga Bumi Insani, Tonjong, Kabupaten Bogor 2. Warga di lingkungan Musholah Al Awwabin, Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor 3. Mak Inih, dhuafa penerima bantuan renovasi atap rumah, serta keluarga tukang bangunan yang membantu renovasi tersebut. Bantuan beras ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, namun juga menjadi penguat hati, menghadirkan senyum, serta memberi kekuatan untuk terus bertahan di tengah kesulitan hidup.  Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat! Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala berlipat ganda, dan semoga program ini terus menghadirkan manfaat serta keberkahan bagi penerima maupun para penderma. Aamiin. Mari terus bergandengan tangan dalam menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Harapan Baru Untuk Bu Wiwin

Alhamdulillah, berkat dukungan dan kebaikan hati Sahabat, program Bantu Dhuafa Berdaya dari Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) telah menyalurkan bantuan senilai Rp 500.000 kepada Bu Wiwin, seorang penjual gado-gado dan gorengan di kota Bogor. Selama ini, Bu Wiwin berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil berjualan. Namun, kondisi ekonomi yang semakin sulit membuat usahanya sempat terhenti. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, Bu Wiwin dapat kembali berjualan di pos ronda lingkungan tempat tinggalnya. Meski sederhana, langkah ini menjadi awal baru bagi Bu Wiwin untuk bangkit. Semoga usahanya semakin berkembang dan kelak beliau mendapatkan tempat usaha yang lebih layak, sehingga bisa terus menghidupi keluarga dengan rezeki yang halal dan berkah. Aamiin. Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat. Mari lanjutkan sinergi kebaikan ini untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Salahuddin dan Pembebasan Yerusalem

Dalam diskusi sejarah yang diadakan di sebuah universitas Islam, sosok Salahuddin al-Ayyubi kembali dibahas sebagai figur penting dalam Perang Salib. Peneliti memaparkan bahwa keberhasilan Salahuddin merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187 bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan moral. Ia dikenal karena memperlakukan lawannya dengan adab dan menjaga keamanan warga sipil, sehingga namanya dihormati bahkan oleh musuh. Diskusi tersebut menekankan bahwa strategi, kepemimpinan, dan akhlak Salahuddin menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam membangun keberanian dan integritas.

Ekspansi Islam di Era Umayyah

Sebuah seminar sejarah mencatat kembali masa ekspansi besar-besaran yang terjadi pada era Dinasti Umayyah, salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh dalam sejarah. Di bawah kepemimpinan khalifah-khalifah seperti Muawiyah I, wilayah Islam meluas hingga Afrika Utara, Persia, dan sebagian Eropa. Para peneliti menilai bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar hasil kekuatan militer, tetapi juga kemampuan administrasi, pembangunan infrastruktur, dan pembentukan sistem pemerintahan yang lebih stabil. Seminar tersebut mengajak masyarakat memahami bahwa kejayaan Umayyah meninggalkan warisan besar dalam ilmu pengetahuan, bahasa, dan budaya Islam.