Author name: onekreasi

Kabar Terbaru

Langkah Baru Penjaga Rumah Allah

Semoga rahmat, ampunan, dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan Sahabat dalam program Bantu Dhuafa Berdaya, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) dapat menyalurkan bantuan modal usaha kepada Pak Kus, takmir Masjid Al Ihsan di Tonjong, Kabupaten Bogor. Setelah sang istri tercinta wafat, Pak Kus memutuskan merantau ke Bogor untuk melanjutkan hidup. Di sanalah beliau mengabdikan diri sebagai takmir masjid. Meski menyimpan kisah kehilangan, Pak Kus dikenal sebagai pribadi yang penuh senyum, ramah, dan selalu menyambut jamaah dengan hangat. Sehari-hari, beliau dengan penuh keikhlasan mengurus masjid—mulai dari membersihkan area masjid, menyiapkan keperluan ibadah, hingga memastikan jamaah dapat beribadah dengan nyaman. Pengabdian beliau yang tulus menjadi ladang pahala yang insyaa Allah terus mengalir. Selama ini, Pak Kus mengandalkan penghasilan dari amanahnya sebagai takmir. Melalui bantuan modal usaha yang diberikan secara bertahap (tahap pertama senilai Rp 500.000 dan tahap kedua senilai Rp 1.000.000), beliau kini memiliki kesempatan untuk memulai usaha kecil agar dapat memiliki penghasilan tambahan dan hidup yang lebih mandiri. Diharapkan, usaha ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menghadirkan kehidupan yang lebih baik, sehingga Pak Kus dapat terus mengabdi dan merawat masjid dengan penuh semangat. Terima kasih atas kebaikanmu, #OrangBaik. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menguatkan semangat mereka yang mengabdi di jalan Allah. Mari terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita agar semakin berdaya. In syaa Allah, setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Kabar Terbaru

 Quran Besar Untuk Kakek 90 Tahun Penjaga Kalamullah

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan dari Sahabat dalam program Wakaf Al Qur’an, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) telah menyalurkan wakaf Al Qur’an besar kepada Pak Rosyid, seorang kakek berusia 90 tahun yang tinggal di Bogor. Di usianya yang lanjut, Pak Rosyid tetap istiqamah membaca Al Qur’an setiap hari di sela-sela kesibukannya berjualan gorengan dan kelapa muda bersama sang istri. Meski hidup sederhana, beliau tak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid yang selalu ia datangi dengan berjalan kaki. Belakangan ini, penglihatannya mulai menurun dan tangannya kerap bergetar, membuat mushaf kecil yang biasa ia baca tampak kabur. Namun, semangatnya untuk terus bertilawah tak pernah padam. Alhamdulillah, hadirnya wakaf Al Qur’an besar ini memudahkan beliau dalam membaca dan menghayati kalam Allah, serta menjadi wasilah pahala yang terus mengalir bagi kita semua. Terima kasih atas kebaikanmu, #OrangBaik. Mari kita terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan menuntun cahaya Al Qur’an ke lebih banyak hati. In syaa Allah, setiap lembar yang dibaca akan menjadi amal jariyah yang pahalanya tak pernah putus.

Kabar Terbaru

BMAI Dukung Usaha Bu Lilis

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan dari Sahabat dalam program Bantu Dhuafa Berdaya, Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp500.000 kepada Ibu Lilis Suryani di Cilendek, Bogor. Beliau mengelola usaha Kantin Bunda yang berlokasi di dekat RSUD Kota Bogor, dengan menjual nasi uduk, lontong sayur, gorengan, hingga peyek untuk masyarakat sekitar. Usaha ini sempat mengalami kesulitan berkembang karena sebagian modal terpakai untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Dengan adanya tambahan modal ini, diharapkan Kantin Bunda dapat berjalan lebih baik, berkembang lebih stabil, dan menjadi sumber penghidupan yang lebih layak bagi keluarga Bu Lilis. Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat. Mari kita terus bergandengan tangan dalam menebar manfaat dan membantu saudara-saudara kita agar semakin berdaya. In syaa Allah, setiap kebaikan yang disalurkan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Kabar Terbaru

Amanahmu Tersalurkan

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan Sahabat dalam program RANUM (Beras Untuk Umat), Baitulmaal Masjid Alumni IPB kembali menyalurkan paket beras kepada mereka yang membutuhkan. Penyaluran beras tersampaikan kepada: 1. Warga Bumi Insani, Tonjong, Kabupaten Bogor 2. Warga di lingkungan Musholah Al Awwabin, Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor 3. Mak Inih, dhuafa penerima bantuan renovasi atap rumah, serta keluarga tukang bangunan yang membantu renovasi tersebut. Bantuan beras ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, namun juga menjadi penguat hati, menghadirkan senyum, serta memberi kekuatan untuk terus bertahan di tengah kesulitan hidup.  Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat! Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala berlipat ganda, dan semoga program ini terus menghadirkan manfaat serta keberkahan bagi penerima maupun para penderma. Aamiin. Mari terus bergandengan tangan dalam menghadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Kabar Terbaru

Harapan Baru Untuk Bu Wiwin

Alhamdulillah, berkat dukungan dan kebaikan hati Sahabat, program Bantu Dhuafa Berdaya dari Baitulmaal Masjid Alumni IPB (BMAI) telah menyalurkan bantuan senilai Rp 500.000 kepada Bu Wiwin, seorang penjual gado-gado dan gorengan di kota Bogor. Selama ini, Bu Wiwin berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil berjualan. Namun, kondisi ekonomi yang semakin sulit membuat usahanya sempat terhenti. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, Bu Wiwin dapat kembali berjualan di pos ronda lingkungan tempat tinggalnya. Meski sederhana, langkah ini menjadi awal baru bagi Bu Wiwin untuk bangkit. Semoga usahanya semakin berkembang dan kelak beliau mendapatkan tempat usaha yang lebih layak, sehingga bisa terus menghidupi keluarga dengan rezeki yang halal dan berkah. Aamiin. Terima kasih atas kebaikanmu, Sahabat. Mari lanjutkan sinergi kebaikan ini untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Sejarah Islam

Salahuddin dan Pembebasan Yerusalem

Dalam diskusi sejarah yang diadakan di sebuah universitas Islam, sosok Salahuddin al-Ayyubi kembali dibahas sebagai figur penting dalam Perang Salib. Peneliti memaparkan bahwa keberhasilan Salahuddin merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187 bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan moral. Ia dikenal karena memperlakukan lawannya dengan adab dan menjaga keamanan warga sipil, sehingga namanya dihormati bahkan oleh musuh. Diskusi tersebut menekankan bahwa strategi, kepemimpinan, dan akhlak Salahuddin menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dalam membangun keberanian dan integritas.

Sejarah Islam

Ekspansi Islam di Era Umayyah

Sebuah seminar sejarah mencatat kembali masa ekspansi besar-besaran yang terjadi pada era Dinasti Umayyah, salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh dalam sejarah. Di bawah kepemimpinan khalifah-khalifah seperti Muawiyah I, wilayah Islam meluas hingga Afrika Utara, Persia, dan sebagian Eropa. Para peneliti menilai bahwa keberhasilan tersebut bukan sekadar hasil kekuatan militer, tetapi juga kemampuan administrasi, pembangunan infrastruktur, dan pembentukan sistem pemerintahan yang lebih stabil. Seminar tersebut mengajak masyarakat memahami bahwa kejayaan Umayyah meninggalkan warisan besar dalam ilmu pengetahuan, bahasa, dan budaya Islam.

Sejarah Islam

Hijrah dan Lahirnya Komunitas Muslim

Kajian sejarah yang digelar di sebuah pusat studi Islam membahas kembali peristiwa hijrah yang dipimpin oleh Muhammad dari Makkah ke Madinah. Para narasumber menekankan bahwa momen ini menjadi titik penting dalam pembentukan masyarakat Muslim pertama. Setibanya di Madinah, Rasulullah membangun Masjid Nabawi, menyusun Piagam Madinah, serta mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansar. Kajian ini menyoroti bagaimana perpindahan tersebut bukan hanya penyelamatan fisik, tetapi juga langkah strategis yang membuka jalan bagi berkembangnya dakwah Islam secara teratur dan terorganisir.

Kajian Islami

Hikmah Perjalanan Isra Mi’raj

Kajian tentang Isra Mi’raj kembali mengupas perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang menjadi bukti kemuliaan dan kedekatan beliau dengan Allah SWT. Para ustaz menegaskan bahwa perintah salat lima waktu yang diterima langsung dalam peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah salat bagi umat Muslim. Selain itu, kisah keteguhan Nabi sebelum Isra Mi’raj dianggap sebagai contoh kesabaran menghadapi ujian hidup. Kajian ini mengajak jamaah untuk memahami Isra Mi’raj bukan hanya sebagai cerita mukjizat, tetapi sebagai motivasi untuk memperkuat iman dan disiplin beribadah.

Kajian Islami

Meneladani Akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi yang dihadiri ratusan jamaah kembali menegaskan pentingnya memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kajiannya, para ulama menyampaikan bahwa Nabi selalu menempatkan kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang dalam setiap tindakan. Momentum Maulid diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mendorong umat untuk memperbaiki sikap dalam keluarga, lingkungan kerja, hingga cara berkomunikasi di masyarakat. Kajian tersebut mengajak umat Islam untuk menjadikan akhlak Nabi sebagai pedoman hidup yang nyata.